Ngabuburit Part 2: Belajar Part 1 "Mengenal Bahasa Jerman"
Abjad
A: Aa B: Be C: Ce D: De E: Ee F: eF G: Ge H: Ha I: Ii
J: Yot K: Ka L: El M: eM N: eN O: Oo P: Pe Q: Ku R: eR
S: eS T: Te U: Uu V: Vau W: We X: iX
Y: Ypsilon (tulis) = Ipsilon (baca) Z: Zet
Beberapa tambahan Alphabet dalam Bahasa Jerman, yaitu:
Ä: Ae (e) Ü: Ue Ö: Oe β: eSzet (ss)
Pelafalan Bahasa Jerman, memiliki kesamaan dengan Bahasa Jerman (apa yang tertulis, maka itu yang terbaca)
Setelah mengetahui abjad yang ada dalam Bahasa Jerman, sekarang kita akan mengenal perubahan cara baca pada pasangan huruf tertentu. KHUSUS PASANGAN HURUF TERTENTU.
Setelah mengetahui abjad yang ada dalam Bahasa Jerman, sekarang kita akan mengenal perubahan cara baca pada pasangan huruf tertentu. KHUSUS PASANGAN HURUF TERTENTU.
1. eu, dibaca menjadi oi
[1] Deutlich→ Doitlih
[2] Neu→ Noi
2. ei, dibaca menjadi ai
[3] Beispiele→ Baispile
[4] Einmal→ Ainmal
[3] Beispiele→ Baispile
[4] Einmal→ Ainmal
3. ie, dibaca hanya i
[5] Liebe→ Libe
[6] Viel→ Vil
4. Ada beberapa huruf “h” yang tidak dibaca, biasanya hanya dipanjangkan saat pembacaannya, antara lain:
(1) Ketika “h” diapit oleh vokal dan konsonan, maka otomatis “h” akan hilang.
[7] Nehmen→ Ne... men
[7] Nehmen→ Ne... men
[8] Wohnen→ Wo... nen
(2) Ketika “h” diapit oleh vokal dan vokal, maka otomatis“h” akan langsung berubah bunyi menjadi “y”
[9] Gehen→ Geyen
[10] Leihen→ Laiyen
(3) Ketika “h” berada di awal kata atau merupakan
gabungan kata, maka “h” tetap terbaca biasa.
[11] Handy→ Handi
[12] Kranken|haus → Kranken|haus
Mengapa huruf ”h” pada “Krankenhaus” tetap terbaca? Pada dasarnya, “Krankenhaus” merupakan gabungankata
kran + (en) + haus, karena letak h pada kata “Haus”,
maka sesuai aturan huruf “h” akan tetap terbaca walaupun berada ditengah sebuah deretan huruf pada satu kata.
5. Jika terdapat dua huruf dobel, maka dibacanya pendek.
[13] Suppe → Supe
6. sch, dibaca menjadi sy.
[14] Schokolade → Syokolade
[14] Schokolade → Syokolade
[15] Schade → Syade
7. ch, hanya cukup “h” saja yang terbaca.
[16] Lachen → Lahen
[16] Lachen → Lahen
[17]Möchten → Möhten
8. schw, dibaca menjadi sw
[18] Schwarz → Swarz
[18] Schwarz → Swarz
[19] Schwierig → Swirig
9. schn, dibaca menjadi sn
[20] Schneiden → Snaiden
[20] Schneiden → Snaiden
[21] Schnitzel → Snitzel
10. schl, dibaca menjadi sl
[22] Schlagen → Slagen
[22] Schlagen → Slagen
[23] Schlimm → Slim
Buchstabieren memiliki arti mengeja. Kita bisa mengeja kata-kata dalam Bahasa Jerman menggunakan alfabet yang telah dipelajari sebelumnya. Beberapa contoh untuk mengenal Buchstabieren:
[24] Max Planck
eM-Aa-iX Pe-eL-Aa-eN-Ce-Ka
[25] Müller Schöder
eM-Ue-eL-eL-Er eS-Ce-Ha-Oe-De-Ee-eR
[26] Jutta Schlöβ
Yot-Uu-Te-Te-Aa eS-Ce-Ha-eL-Oe-eSzet
[24] Max Planck
eM-Aa-iX Pe-eL-Aa-eN-Ce-Ka
[25] Müller Schöder
eM-Ue-eL-eL-Er eS-Ce-Ha-Oe-De-Ee-eR
[26] Jutta Schlöβ
Yot-Uu-Te-Te-Aa eS-Ce-Ha-eL-Oe-eSzet
Komentar