Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

KULTUR DAN BUDAYA JERMAN

Kehidupan budaya di Jerman mempunyai banyak segi. Terdapat sekitar 300 teater tetap dan 130 orkes profesional antara Flensburg di utara dan Garmisch di se­latan. 630 museum seni rupa dengan koleksi serbaneka yang bertaraf tinggi menurut ukuran internasional membentuk jaringan museum yang unik. Seni lukis muda juga sangat hidup di Jerman dan telah mendapat tempat di dunia internasional. Dengan sekitar 94.000 judul buku baru yang diterbitkan atau dicetak ulang tiap tahun, Jerman juga tergolong negara perbukuan yang besar. 350 judul surat kabar harian dan ribuan judul majalah membuktikan perkembangan dunia media yang baik. Sukses baru juga tercatat oleh produksi film tidak hanya di bioskop Jerman, melainkan di berbagai negara di dunia. Negara pujangga dan pemikir. Goethe orang Jerman, begitu pula Bach dan Beethoven. Walau begitu tidak tampak adanya kompetensi kultural pada Jerman sebagai nasion berbudaya. Kebudayaan adalah urusan negara bagian, begitulah ketetapan dalam kons...

W-Frage

Jetzt will ich ueber W-Frage unterrichten. W-Frage im Deutsch: Was?: Apa? (menanyakan subjek dan objek benda) Wo?: Dimana? (menanyakan tempat) Wer?: Siapa? (Digunakan untuk menanyakan subjek orang) Wann?: Kapan? Wohin?: Kemana? (menanyakan tempat/tujuan) Woher?: Darimana? (menanyakan asal) Wie?: Bagaimana? "Wie" wird neue Bedeutung haben, wenn sie mit anderen Woertern oder Verben haben. Zum Beispiel: Wie kostet........? (Berapa harga........?) Wie alt bist du? (Berapa usiamu?) Wie viele........? (Berapa banyak......?) Wie geht es Ihnen/dir? (Bagaimana kabar Anda/kamu?)

Kennen Lernen

Was muesst ihr tun, wenn ihr neue Person trefft? Name: Nama Sie Form                                                      Du Form Bentuk Sopan                                              Bentuk biasa (u/ kalangan seusia) (u/ orang yang lebih tua/dihormati) Wie heissen Sie?                                       ...

Vorstellung

Heute will ich ueber Vorstellung unterrichten. Im Deutsch kennen wir Personalpronomen (Kata Ganti Orang), d.h: ich: saya du: kamu er: dia laki-laki sie: dia perempuan es: dia keadaan wir: kami ihr: kalian Sie: Anda sie: mereka Diese Personalpronomen brauchen wir, wenn wir ein Satz machen. Sie haben die Verbindung mit Verben. Verben ist in 2 Geteilt: 1. Schwache Verben: Regelmaessig 2. Starke Verben: Unregelmaessig Jede Verben hat andere Stammen:                 kauf en : membeli         send en : mengirim         arbeit en : bekerja ich   +e           kauf e                        send e               ...